Di antara penipu itu ada yang bukan menjadi saudagar....suci namun tak murni, menjadikan Ia Derajat yang tak sempurna, Aksara yang terucap hanyalah guyonan semata.
ketika terlena, Kini Ia Menjadi Manusia kotor yang setengah Tubuhnya terjilat Hawa Neraka, ada Kalanya Di Waktu Senggang Ia tersenyum Untuk Menjadi LeBih Baik, dan Ada kalanya Ia Merenung Terhina Dihadapan Para Dewan Agung Yang Mengatasnamakan Hukum Tuhan.
hampir Setiap hari Ia tersenyum memimpikan Surga yang Terletak Di samping neraka Agar WAjahnya mendapatkan kesejukan Walau hanya Sedetik waktunya. Dia Memimpin Seribu Budak Yang Kotor, Tolol namun Bangga Akan KeTiadaan Akan Akal.
Dia Memilih Singgasana yang Mulia Sebagai Sang Begawan YaNg Agung Yang disembah Bagaikan Sang Firaun Yang Agung.
Singgasana Yang Rapuh Termakan Oleh Kebusukan sang Penguasa Sebelum Ia tercipta, Sebelum Ia merasa bangga, dan sebelum Waktu tercipta di Mata Dunia ini.
